cialis fiyat
escort girl service

ESSAY TERBAIK 3 (TOGSIC)

Oleh      : Fatma Zakiyya A

NIM       : 25010113120167

Kelas     : C / 2013

ROMANTISME DAKWAH KAMPUS

Dua tahun yang lalu, aku masih ingat tentang seorang anak muda ‘nakal’ yang bertekad untuk berubah menjadi insan yang lebih baik. Dulu aku tak lebih dari seorang anak wanita yang hanya tau islam itu kewajibannya hanya sholat. Pengetahuanku belum bisa dikatakan sempurna dan hasratku untuk ingin tau seputar islam .Tidak pernah ingin tau.

                Awal masuk SMA kelas X, aku melihat teman-temanku yang mengenakan jilbab. Aku bertanya padanya kenapa dia berjilbab. Dia mengatakan dia berjilbab karena cintanya kepada Allah lebih besar dari apapun. Seketika ittu aku melihat diriku sendiri, aku mulai berpikir, “Aku Islam, tapi mengapa aku tak mencintai Tuhan ku?”. Semenjak perbincangan dengan teman ku it, aku emutuskan untuk berjilbab.

                Semester II awal, ada seorang anak laki-laki Fatchul masuk kedalam kelas ku, sembari dia tersenyum, dia mengatakan bahwa ROHIS SMA N 1 Pati akan mengadakan mabit dan siapapun muslim / muslimah SMA N 1 Pati boleh mengikutinya. Aku penasaran apa yang disebut dengan mabit. Akhirnya aku memutuskan untuk mengikutinya. Semenjak mengikuti mabit, aku mulai terhjun ke dalam jalan dakwah.

                Perjalanan dakwah tak selamanya dihiasi dengan ukhuwah yang indah, terkadang ada kalanya timbul pertengkaran kecil, kesalahpahaman, kadang hadir cinta dan persahabatan yang kekal. Semua kejadian, semua masalah, semua konflik antara aktivis dakwah, bukan menandakan dakwah menghancurkan ukhuwah, justru dakwah ini telah mengeratkan ukhuwah.

                Ketika ukhuwah mendapat ujian, mulailah timbul ketidakpercayaan, ketika agenda-agenda dakwah berantakan dan saling menyalahkan. Ketika banyak tantangan dan ujian, tidak sedikit mereka berjatuhan mengundur, lantas menghilang dari pentas dakwah. Ketika halaqah yang seharusnya menjadi perbincangan solusi, memperbaiki dan menyatukan arah dakwah, digunakan sebagai perdebatan, halaqah yang seharusnya dipenuhi cinta dan ketenangan, berubah menjadi tangis dan kekacauan.

                Dakwah kampus memang memiliki keunikan, dinamis dan memiliki kompleks yang sangat tinggi. Maka tidak heran jika permasalahn dan tantangan juga tinggi dan beragam. Namaun disinilah letak dari proses pembelajaran, pendewasaan dan persiapan yang matang sebelum terjun ke masyarakat.

                Itu semua pilihan, yang pasti romantisme dakwah kampus telah membuat ku dewasa, bertemu dalam ketaatan dan bersatu dalam perjuangan. Semoga Allah memberi keistiqomahan dalam langkah, dalam jalan, mengekalkan cinta, memberi azam dan tekad dalam dakwah dan tarbiyahnya dan mempersatukan mereka di dunia dan di surgaNya . Aamiin :)

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>