cialis fiyat
escort girl service

ESSAY TERBAIK 2 (TOGSIC)

OLEH : Ani Shofwatillah

Psikologi/2013

Aku dan Dakwah Kampus

Mustafa Masyhur dalam Fiqih Dakwah menyampaikan: “Jalan dakwah tidak ditaburi bunga-bunga yang harum baunya, tetapi merupakan jalan yang sukar dan panjang. Sebab antara yang haq dan batil ada pertentangan yang nyata. Dakwah memerlukan ketekunan dan kesabaran memikul beban berat. Dakwah memerlukan kemurahan hati, pembenaran dan pengorbanantanpa mengharapkan hasil yang segera, tanpa putus asa dan putus harapan. Yang diperlukan adalah usaha dan kerja keras terus-menerus dan hasilnya diserahkan Kepada Allah SWT”

Kutipan di atas telah saya rasakan kebenarannya, dakwah-perjalanan dakwak memang tidak mudah dan tidak singkat. Hal yang sama dikatakan oleh Kakak Mentor saya, bahwa karakteristik dakwah salah satunya adalah keras dan panjang serta berliku. “Apakah Kau mampu istiqomah di jalan-Nya?” Ta, pertanyaan itu menjadi cambuk dan motivasi bagi diriku untuk tetap berada di jalan ini, jalan yang diridhoi Oleh-Nya. Walau medan terjal telah menanti dan tak seganuntuk mematahkan semangat ruhani, tapi Bismillah… Semua pasti bisa dilalui.

Dakwah kampus sendiri pertama kali saya temui di bangku kuliah ini. Tapi perlu diingat, tidak semua mahasiswa yang baru merasakan bangku kuliah (maba) langsung bersapaan dengan dakwah kampus. Jadi saya merasa sangat beruntung ketika menginjakkan kaki di perguruan tinggi kemudian bertemu orang-orang baik yang mengajak pada kebenaran dan menjauhkan dari kekeliruan serta diperkenalkan pada nuansa islamiah yang hangat, Ukhuwah yang begitu erat dan turut berada di jalan dakwah yang penuh berkah ma’rifat. Subhanallah..

Lalu pertanyaan selanjutnya, “Kenapa mau berada di jalan dakwah ini? Yang sebenarnya kau telah mengetahui seberapa berat rintangan dan tantangannya.” Jawabannya ada pada Q.S. Ali Imran: 104, yang artinya. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan, menyuruh pada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Allah pasti menurunkan segolongan umat yang menyeru manusia ke Jalan Allah hingga mereka mengingkari thagut sepenuhnya dan beriman Kepada Allah dengan meninggalkan jalan kegelapan dan kejahiliyahan menujucahaya kebenaran Islam. Dan siapa yang tidak mau menjadi segolongan orang-orang yang beruntung? Siapa yang menjadi orang yang merugi? Naudzubillah. Maka dari itu, dari pada kita hanya menjadi penonton, melihat kehancuran umat, melihat saudara-saudara kita yang istiqomah di Jalan-Nya. Apakah kita cukup puas hanya dengan melihatnya? Think smart! Jadilah pemain! Lakukan perubahan! Ikutlah berkontribusi, karena hakikatnya dakwah bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu keniscayaan.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka. Mereka berjalan di Jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh,sebagai janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Qur’an. Dan siapakan yang lebih menepati janjinyaselain Allah? Maka bergembiralah dengan ual beli yang telah kamu lakukan itu, dan yang demikian itulah kemenangan Yang Agung.” (QS. At-Taubah: 111)

“Mengapa dakwah itu pahit?”, karena surga itu manis.

Dengan hujjah iman yang nyata dan cahaya Al-Qur’an. Orang-orang yang mempunyai hati mengetahui bahwa kebahagiaan takkan tercapai kecuali dengan ilmu dan ibadah. Semua orang pasti akan binasa kecuali orang yang berilmu. Orang-orang berilmu pasti akan binasa kecuali orang-orang yang aktif beramal. Semua orang yang aktif beramal akan binasa kecuali yang ikhlas. (Imam Ghazali).

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>