cialis fiyat
escort girl service

ESSAY TERBAIK 1 (TOGSIC)

Oleh : Ummi Khairunisa Harahap

FKM C/2013

AKU DAN DAKWAH KAMPUS

Dakwah? Apa makna kata ‘dakwah’ itu? kata yang terdiri dari 5 huruf ini memiliki arti kata yang luas tetapi pada dasarnya hanya ada satu tujuan dari makna kata ‘dakwah’ yaitu mengajak manusia untuk selalu dijalan Allah SWT. Secara istila, dakwah berarti memanggil, mengajak menyeru orang lain agar selalu mengamalkan aqidah dan syari’at islam sesual Al-Qur’an dan Hadist.

                Jika berbicara tentang aku dan dakwah kampus, secara tidak langsung menggambarkan adanya adanya sebuah relasi antaraseorang individu dan dakwah kampus, secara tidak langsung menggambarkan adanya sebuah relasi antara seorang individu dan dakwah kampus. Individu dalam hal ini berperan sebagai subjek dalam dakwah kampus yang merupakan objek dari apa yang disampaikan. Posisi individu dibagi lagi menjadi 2 kategori yaitu subjek yang aktif dan pasif. Subjek yang pasif adalah individu yang dalam dakwah kampus giat mencari ilmu-ilmu agama dari berbagai kegiatan dakwah kampus yang ada sehingga ia berperan sebagai penerima dakwah. Sedangkan, subjek yang aktif adalah individu sebagai penyampai atau yang menyampaikan dakwah kepada orang lain.

                Nah, dimana posisi kita berada? Individu yang aktif, pasif, atau keduanya? Sebagai seorang mahasiswa yang masih tergolong semester awal, sebaiknya kita berada diposisi keduanya yaitu individu yang aktif dan juga pasif dalam akwah kampus. Mengapa? Karena posisi keduanya dibutuhkan sebagai proses pencapaian dakwah. Berawal dari mengikuti kegiatan-kegiatan dakwah atau yang bersifat keagamaan lainnya, dimana kegiatan-kegiatan tersebut pada umumnya diselenggarakan oleh organisasi-organisasi berlandaskan Islam, kita sebagai individu pasif dapat memetik setiap ilmu yang ada untuk perbekalan nanti ketika sudah siap menjadi seorang pendakwah (individu aktif). Jadi, ilmu yang diperoleh dari individu pasif dan aktif saling berhubungan karena ketika kita mendapatkan ilmu namun ilmu tersebut belum disampaikan kepada orang lain maka ilmu tersebut akan nihil atau belum dapat disebut ilmu yang bermanfaat.

                Disisi lain, relasi antara ”aku dan dakwah kampus” adalah pencapaian dakwah sangat ditentuka oleh individu yang menyampaikan dakwah. Berbicara hal tersebut, saya memetik satu pembelajaran dari seorang pendakwah muda yaitu Ferbrianti Almeera (Pembicara FGMT, 18 Mei 2014). Melihat dari sudut pandang bagaimana cara beliau menyampaikan dakwah, gerak-gerik, ekspresi wajah, upaya beliau untuk menguasai materi dan sasaran menggambarkan ada sebuah ketulusan akan keikhlasan beliau dalam berdakwah. Bukan berbicara soal siapa, apa dan berapa dari semua yang terkait dalam komponen dakwah baik itu frekuensi sasaran, tempat, atau lainnya tetapi bagaimana caranya seorang pendakwah dapat memaksimalkan penyampaiannya dalam menyeru, mengajak, dan memberi pengetahuan sehingga sasaran dapat memahami ilmu yang disampaikan.

                Kembali ke konsep awal dakwahyaiu menyeru, mengajak, atau memanggil orang lain untuk selalu kejalan Allah SWT berarti menjadi bagian dari dakwah kampus tidak perlu menunggu sampai kita siap. Menngapa? karena, tanpa disadari saat kita menyampaikan satu kalimat saja tentang ajakan sebuah kebaikan maka saat itulah kita sudah menjadi pendakwah.

Dakwah… bukan sebuah tuntutan

Dakwah… bukan sebuah pekerjaan

Dakwah… bukan sebuah keterpaksaan

Tetapi, dakwah adalah sebuah ketulusan dan keikhlasan…

“Jalan Hidup (termasuk dakwah) tak kan pernah lurus pasti ada salah lewati segalanya… tetapi Allah tidak pernah berhenti membuka jendela maaf untuk kita” (by : Edcoustic)

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>